Foto untuk halaman IKIP Siliwangi Berdampak

IKIP Siliwangi Berdampak

Manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan dari pendidikan, riset, dan pengabdian IKIP Siliwangi sepanjang 2025.

IKIP Siliwangi menelusuri apa yang berubah di luar kampus karena pembelajaran, penelitian, pengabdian, dan kemitraannya. Halaman ini merangkum Laporan Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan IKIP Siliwangi Tahun 2025.

5.551

mahasiswa aktif

90,1%

hasil riset dimanfaatkan masyarakat

Rp139,89 M

belanja transportasi dan konsumsi mahasiswa per tahun

3.300 m

jalur sepeda dan pejalan kaki di kampus

Capaian 2025

Dampak dalam angka

90

Produk riset

dimanfaatkan sekolah, UMKM, pemerintah, dan masyarakat

30

Desa dan sekolah mitra

lokasi pengabdian berbasis riset dan keilmuan program studi

188

Instansi publik

menerima pendampingan sepanjang 2025

52

Spin-off dan startup

entitas kewirausahaan yang masih aktif

6

Fasilitas pengolahan sampah

termasuk produk daur ulang

7

Program restorasi

rehabilitasi dan restorasi lingkungan kampus

Sumber: Laporan Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan IKIP Siliwangi Tahun 2025.

Tiga pilar

Sosial, ekonomi, lingkungan

Pengunjung meninjau stan pameran di aula kampus01 Sosial

Memperluas akses

Memperkuat manusia dan masyarakat

Layanan pendidikan, Pendidikan Profesi Guru, bantuan biaya pendidikan, pengembangan kompetensi, dan pengabdian kepada masyarakat.

  • 14,63%lulusan kelompok afirmasi yang bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi dalam satu tahun
  • 90,1%hasil riset dilaporkan telah dimanfaatkan secara nyata
  • 30desa dan sekolah menjadi mitra pengabdian berbasis riset
  • 188instansi publik menerima pendampingan
Tamu meninjau stan pameran dengan penjaga stan berpakaian adat02 Ekonomi

Meningkatkan kesempatan

Kompetensi yang membuka jalan ke dunia kerja

Pembelajaran, MBKM, riset, kewirausahaan, dan pertukaran pengetahuan membantu mahasiswa membangun kompetensi, jejaring, dan kemandirian ekonomi. Kehadiran kampus juga menggerakkan ekonomi sekitarnya.

  • Rp139,89 Mbelanja mahasiswa per tahun, rata-rata Rp70.000 per orang per hari
  • Rp2,99 Mbelanja institusi pada UMKM lokal
  • Rp1,60 Mpendapatan hilirisasi riset
  • Rp1,5 Mbelanja pengunjung selama kegiatan akademik
  • 52spin-off dan startup aktif
Siswa dan relawan merayakan penanaman seribu pohon trembesi03 Lingkungan

Kampus berkelanjutan

Belajar, mengolah, dan menumbuhkan

Pengelolaan sumber daya, penghijauan, kebiasaan bersih, dan praktik kampus yang bertanggung jawab. Setiap program studi punya mata kuliah atau modul berbasis SDGs.

  • 3.300 mjalur sepeda dan pejalan kaki
  • 7program restorasi lingkungan
  • 6fasilitas pengolahan sampah, dan 6 mata kuliah atau modul berbasis SDGs di tiap program studi
  • 2infrastruktur ramah lingkungan
Pembekalan peserta GISMA 2026 di aula IKIP Siliwangi

Program unggulan

GISMA

Gerakan IKIP Siliwangi Mengabdi menggabungkan KKN dan PPL dalam satu pengalaman lapangan. Mahasiswa turun ke desa dan sekolah mitra membawa riset dan keilmuan program studinya. Program ini memperkuat literasi digital, partisipasi masyarakat, dan kohesi sosial.

  • 90produk hasil riset
  • 30desa dan sekolah mitra
  • Rp1,23 Mdana program pengabdian
Berita GISMA 2026

Pengetahuan untuk pembangunan

Riset yang dipakai

Hasil riset dosen dimanfaatkan dalam berbagai bentuk, antara lain teknologi tepat guna, produk, model pemberdayaan, aplikasi digital, pedoman kebijakan, bahan ajar, dan metode pelatihan.

Dari 90 hasil riset yang tercatat, pemanfaatan terbesar ada pada bahan ajar, modul, metode pelatihan, model pemberdayaan, prosedur, dan pedoman kebijakan. Seluruh rekomendasi dan pedoman kebijakan dalam laporan sudah dipakai instansi pemerintah.

Bahan ajar dan modul100%

dimanfaatkan satuan pendidikan

Teknologi tepat guna70%

dimanfaatkan satuan pendidikan

Seluruh hasil riset90,1%

tingkat pemanfaatan

Dari lapangan

Cerita di balik angka

Arah strategis

Setelah 2025

Capaian 2025 menjadi dasar lima arah pengembangan berikut.

  1. 01

    Pendidikan inklusif

    Memperluas literasi digital dan akses pendidikan bagi kelompok afirmasi.

  2. 02

    Inkubator bisnis pendidikan

    Inkubator bisnis berbasis teknologi pendidikan.

  3. 03

    Energi dan ruang hijau

    Investasi energi terbarukan dan ruang hijau kampus.

  4. 04

    Pemantauan digital

    Sistem pemantauan dampak yang terintegrasi, diperkuat mulai 2026.

  5. 05

    Evaluasi berbasis SDGs

    Evaluasi dampak yang selaras dengan SDGs dan kebijakan pendidikan tinggi.

Semua ini berjalan di atas akreditasi institusi Unggul dari BAN-PT (SK Nomor 2856/SK/BAN-PT/SURV-BDG/AKRED/PT/X/2025), 13 program studi sarjana, magister, dan profesi, serta sistem penjaminan mutu internal. Akreditasi

Data dan metode

Cara dampak diukur

Laporan memakai rantai hasil yang memisahkan apa yang dikerjakan kampus dari perubahan yang terjadi karenanya.

  1. 01

    Sumber daya

    Dosen, mahasiswa, fasilitas, anggaran, dan dukungan mitra.

  2. 02

    Kegiatan

    Pelatihan, pembelajaran, penelitian, praktik, dan pendampingan.

  3. 03

    Keluaran

    Peserta, produk, publikasi, layanan, dan hasil langsung kegiatan.

  4. 04

    Hasil

    Perubahan pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan pemanfaatan.

  5. 05

    Dampak

    Perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang lebih luas.

Sumber data

Data internal institusi, data pemerintah, survei dan tracer study, literatur ilmiah, serta basis data BPS, OECD, World Bank, dan Scopus.

Metode analisis

Statistik deskriptif, analisis komparatif, survei atau tracer study, dan kajian literatur.

Periode

Seluruh angka di halaman ini merujuk pada tahun pelaporan 2025.

Kolaborasi

Bekerja sama dengan IKIP Siliwangi

Pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas bisa menjadi mitra program pendidikan, riset, pemberdayaan, dan lingkungan.

Kirim email ke info@ikipsiliwangi.ac.id

Diperbarui 11 Oktober 2026