
Sejarah IKIP Siliwangi (dahulu STKIP Siliwangi Bandung)
Dari AKPRIBA 1969 dan berdirinya STKIP Siliwangi Bandung pada 1986, sampai berubah bentuk menjadi IKIP Siliwangi pada 2017.
STKIP Siliwangi Bandung berdiri pada 11 Maret 1986 dan berjalan sebagai sekolah tinggi selama 31 tahun, sampai berubah bentuk menjadi IKIP Siliwangi pada 5 Desember 2017. Kampus ini lahir dari lingkungan Kodam Siliwangi. Kuliahnya berjalan lebih dulu, yayasan penyelenggaranya menyusul.
Empat program studi pertamanya mendidik calon guru Pendidikan Luar Sekolah, Bahasa Inggris, Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Matematika. Sepuluh tahun pertama kuliah berpindah-pindah tempat, sampai kampus di Jl. Terusan Jenderal Sudirman, Cimahi, dipakai mulai Oktober 1996.
- 1969Kodam Siliwangi mengukuhkan AKPRIBA, perguruan tinggi pertamanya.
- 1986STKIP Siliwangi Bandung berdiri pada 11 Maret dan membuka empat program studi.
- 1987Yayasan Kartika Siliwangi menjadi penyelenggara. Keempat program studi berstatus terdaftar.
- 1996Kuliah pindah ke kampus baru di Jl. Terusan Jenderal Sudirman, Cimahi.
- 2000Akreditasi BAN-PT pertama: keempat program studi mendapat B.
- 2008Yayasan Kartika Jaya Cabang XIX/Siliwangi menjadi yayasan penaung.
- 2016Akreditasi institusi B. Izin PGSD, Bimbingan dan Konseling, dan Magister Pendidikan Bahasa Indonesia turun.
- 2017Pada 5 Desember, STKIP Siliwangi berubah bentuk menjadi IKIP Siliwangi.
Baca sejarah rinciTutup sejarah rinci
1969 sampai 1985
Akar
Sebelum STKIP ada, Kodam Siliwangi sudah mengelola pendidikan tinggi sendiri.
1969
Panglima Kodam VI/Siliwangi, Mayjen TNI A.Y. Witono, mengukuhkan pimpinan Akademi Pendidikan Rohani Islam Bandung (AKPRIBA) lewat surat keputusan 6 Agustus 1969, berlaku sejak 15 April 1969. AKPRIBA didirikan untuk mendidik rohaniwan Islam, dan sejak awal tidak dijalankan sebagai bisnis. Kampus dan aulanya di sekitar kantor Rohisdam dibangun dari swadaya para sesepuh imam militer.
Skep. 170-3/7/1969
Alasan pendirian
Wujud bakti dan balas budi Siliwangi terhadap masyarakat Jawa Barat dan Banten.
Begitu dokumen profil STKIP menuliskan alasan pendirian AKPRIBA. Gagasan yang sama, wujud bakti Siliwangi kepada masyarakat Jawa Barat dan Banten, masih tertulis dalam misi STKIP Siliwangi Bandung pada 2011.
1983sampai 1984
Yayasan Kartika Siliwangi mengundang pimpinan INISI, Akademi Veteran, ATPU, AIN, dan AMIK untuk membahas penggabungan menjadi satu universitas. Dua nama sempat diusulkan, Universitas Dua Puluh Mei (UNDAM) dan Universitas Islam Siliwangi (UNISI), tetapi gagasan itu tidak disepakati.
1986 sampai 1994
Berdiri
Rencana universitas diganti langkah yang lebih kecil: satu sekolah tinggi keguruan.
1986
11 Maret. Atas nama Pangdam III/Siliwangi, Kasdam Brigjen TNI H. Arifin memerintahkan Ka Bintaldam, Letkol Inf. Drs. H. Suhandi Hendramulya, membina dan mengembangkan INISI Bandung. Tanggal surat perintah ini tercatat sebagai hari berdirinya STKIP Siliwangi Bandung.
Sprin. 335/III/1986
29 April. Dalam rapat Kasdam, Yayasan Kartika Siliwangi, pimpinan INISI, dan Kopertis Wilayah IV, pihak Kopertis menyarankan yayasan merintis sekolah tinggi lebih dulu sebagai langkah awal menuju universitas. Tim pendirian STKIP lalu dibentuk, diketuai H.A. Sasmita Effendy, S.H.
Surat Kopertis Wilayah IV No. 0782/Kep.IV/N/1986
20 Juli. Letkol Suhandi Hendramulya diangkat menjadi Dekan STKIP pertama untuk periode 1986 sampai 1991. Tahun akademik 1986/1987 dibuka dengan empat program studi: Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan Pendidikan Matematika. Urusan administrasi berkoordinasi dengan Kopertis, pembinaan akademiknya dengan IKIP Bandung, yang sekarang menjadi UPI.
Skep. 94/YKS/VIII-A/6/1986
1987
1 April. Yayasan Kartika Siliwangi resmi menjadi penyelenggara STKIP berdasarkan surat perintah Pangdam.
10 Oktober. Keempat program studi mendapat status terdaftar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
SK Mendikbud RI No. 0631/0/1987
1989sampai 1991
Kampus lama sudah tidak muat untuk dua sekolah tinggi, STAI dan STKIP Siliwangi, sementara mahasiswa terus bertambah. Kuliah dan ujian terpaksa digelar di beberapa tempat, termasuk gedung SLTP Kartini dan Unpad.
6 November 1989. Ketua Umum Yayasan Kartika Siliwangi, didampingi wakil INISI dan Ketua STKIP, mengajukan permohonan memakai tanah TNI AD di Kebon Rumput, Cimahi, kepada KASAD Jenderal Edi Sudrajat. Izin prinsipnya turun lewat telegram KASAD pada 1 Juni 1990, lalu dikuatkan surat Pangdam III/Siliwangi pada 8 Maret 1991.
B/131/YKS/II-A/11/89 · ST/469/1990 · B-203/04/2/3/SET
1993
30 November. Brigjen (Purn.) H. Agus Muhyidin, saat itu Ketua DPRD Jawa Barat, diangkat menjadi Ketua Badan Pembina STAI/STKIP Siliwangi. Tugas utamanya membangun kampus.
Skep. 127/YKS/VIII-A/1993
1994
29 September. Sidang Kopertis Wilayah IV Jawa Barat mengajukan status diakui untuk keempat program studi STKIP.
1995 sampai 2005
Kampus Cimahi
Gedung pertama dibangun dengan bantuan APBD Jawa Barat. Bangunan berikutnya didirikan swadaya oleh sivitas akademika.
1995
Badan Pembina menghimpun bantuan APBD Jawa Barat sebesar Rp850 juta untuk gedung utama di Kebon Rumput, Jl. Terusan Jenderal Sudirman, Cimahi. Pembangunannya dimulai 13 September 1995.
1996
Oktober. STKIP resmi pindah ke kampus Cimahi. Isinya baru gedung induk dengan 8 ruang kelas dan 3 ruang kantor, dan kursi kayu yang ada baru cukup untuk 3 kelas. STAI Siliwangi memilih tetap di Jl. Seram No. 5, Bandung.
1997
7 Juni. Gedung utama dua lantai, yang selesai dibangun dalam 601 hari, diresmikan Gubernur Jawa Barat R. Nuriana dalam upacara wisuda sarjana STKIP.
Bangunan sesudahnya dikerjakan secara swadaya di atas bekas tempat pembuangan sampah, jurang, sawah, dan gudang pabrik rotan. Dari situ berdiri aula, masjid, mess mahasiswa, serta laboratorium PLS, Matematika, dan Bahasa Inggris.

Kampus Jl. Terusan Jenderal Sudirman, Cimahi, sekarang. 1998
17 Maret. Badan Pembina diubah menjadi Badan Pelaksana Harian (BPH), mengikuti Keputusan Mendikbud No. 0339/1994.
Skep. 23/YKS/VIII-A/3/1998 dan Skep. 24/YKS/VIII-A/1998
2000
Akreditasi BAN-PT pertama: keempat program studi mendapat peringkat B. Sejak itu STKIP menggelar ujian sidang sarjana sendiri. Sebelumnya ujian lisan diselenggarakan UPI dan Kopertis Wilayah IV.
SK BAN-PT No. 004 Tahun 2000 dan No. 019 Tahun 2000
2001
STKIP menetapkan Panca Tertib, lima aturan pengelolaan yang berlaku untuk semua sivitas akademika: tertib akademik, kemahasiswaan, keuangan, personalia, serta sarana dan prasarana.
2004
Yayasan Kartika Siliwangi dibubarkan setelah terbit Undang-Undang No. 34 Tahun 2004, yang melarang anggota TNI berbisnis. Perkuliahan tetap berjalan, dan STKIP mencari yayasan penaung baru.
2006 sampai 2016
Tumbuh
Dari empat program sarjana menjadi sepuluh program studi, termasuk tiga program magister.
2006
Akreditasi kedua: keempat program studi kembali mendapat B, dengan SK BAN-PT bertanggal 27 Desember 2005 sampai 2 Februari 2006. Mulai tahun akademik 2006/2007, semua perkuliahan di daerah ditarik ke kampus Cimahi setelah kelas jauh dilarang.
2008
Yayasan Kartika Jaya Cabang XIX/Siliwangi menjadi yayasan penaung STKIP.
29 Maret. STKIP menggelar wisuda sarjana ke-17.
Ketua STKIP saat itu, Prof. Dr. H. Engking Soewarman Hasan, M.Pd., juga memimpin Asosiasi LPTK Swasta Indonesia (ALPTKSI), yang beranggotakan 237 LPTK swasta.
2011
Rencana pengembangan lima tahun STKIP yang dimuat di situs kampus pada awal 2011 menaruh satu target di urutan pertama: naik status menjadi IKIP Siliwangi. Target itu tercapai enam tahun kemudian.
2014
27 Desember. STKIP menggelar wisuda sarjana ke-28 dan pascasarjana ke-7. Pada hari yang sama Gedung Rektorat diresmikan. Pascasarjana saat itu mengelola dua program: Magister Pendidikan Luar Sekolah dan Magister Pendidikan Matematika.
2015
Pendidikan Guru PAUD menjadi program sarjana kelima. Mulai 30 Agustus, lantai II Gedung G dibangun untuk menambah lima ruang kelas dan satu ruang kantor.
2016
20 Mei. STKIP meraih akreditasi institusi B dari BAN-PT.
SK BAN-PT No. 0553/SK/BAN-PT/Akred/PT/V/2016
Juni. Batu pertama gedung tiga lantai untuk pascasarjana, perpustakaan, dan auditorium diletakkan. Biayanya ditanggung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan STKIP.
26 September. Izin operasional tiga program studi baru turun: Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Bimbingan dan Konseling, dan Magister Pendidikan Bahasa Indonesia.
2017
Menjadi institut
Tahun terakhir dengan nama STKIP.
2017
15 Maret. Asesor dari Kemenristekdikti datang ke kampus untuk menilai usulan perubahan bentuk dari sekolah tinggi menjadi institut.
Gedung pascasarjana diresmikan tahun ini. Prasastinya ditandatangani Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI M. Herindra. Yayasan Kartika Jaya juga ditetapkan sebagai badan penyelenggara STKIP yang sah.
5 Desember. Menristekdikti menetapkan perubahan bentuk STKIP Siliwangi menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi.
SK Menristekdikti No. 673/KPT/I/2017
21 Desember. SK itu diserahkan Koordinator Kopertis Wilayah IV, Prof. Dr. H. Uman Suherman, M.Pd., di Graha Panca Bhakti, disaksikan Pangdam III/Siliwangi, yayasan, pemerintah daerah, dan sivitas akademika. IKIP Siliwangi menjadi satu-satunya IKIP di wilayah Kopertis IV Jawa Barat dan Banten.



Sesudah 2017
Sebagai IKIP Siliwangi
Akreditasi institusi naik dari B pada 2018 menjadi Unggul pada 2025. Fakultas, program studi, dan capaian terbarunya ada di halaman Profil.
Sumber: dokumen profil STKIP (2008), arsip situs stkipsiliwangi.ac.id, dan berita kampus.
Diperbarui 11 Oktober 2026
