
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik oleh mahasiswa IKIP Siliwangi kembali menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen transformasi sosial berbasis keilmuan. Salah satu program yang dilaksanakan adalah kegiatan Optimalisasi Keaksaraan Fungsional di Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini diselenggarakan pada 25 Agustus 2025 dan dipusatkan di GOR Desa Ciptagumati.
Program keaksaraan fungsional yang diinisiasi tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung secara elementer. Lebih dari itu, pendekatan yang digunakan berorientasi pada literasi kontekstual—yakni kemampuan memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi dalam kehidupan sehari-hari secara produktif. Dengan demikian, literasi ditempatkan sebagai instrumen pemberdayaan yang mampu mendorong kemandirian individu dan penguatan kapasitas sosial masyarakat desa.
Secara konseptual, keaksaraan fungsional merupakan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Rendahnya literasi tidak hanya berdampak pada keterbatasan akses informasi, tetapi juga berimplikasi pada terbatasnya partisipasi warga dalam aktivitas ekonomi, sosial, dan pemerintahan desa. Oleh karena itu, intervensi berbasis edukasi melalui KKN Tematik menjadi langkah strategis yang memadukan dimensi akademik dengan kebutuhan riil masyarakat.

Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan partisipatoris. Mahasiswa tidak sekadar menjadi fasilitator pembelajaran, tetapi juga mitra dialog masyarakat dalam mengidentifikasi kebutuhan literasi yang relevan dengan konteks lokal. Materi yang diberikan dikaitkan dengan praktik keseharian, seperti pengelolaan administrasi sederhana, pemahaman informasi kesehatan, hingga literasi finansial dasar. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kebermaknaan proses belajar dan mendorong keberlanjutan dampak program.
Kepala Desa Ciptagumati, Tedi Irawan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dan dosen pembimbing dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat desa. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi dapat terus berlanjut dalam bentuk program-program pemberdayaan lainnya yang bersifat berkesinambungan.
Partisipasi aktif unsur Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), tokoh masyarakat, serta warga setempat menjadi indikator kuat bahwa program ini memperoleh legitimasi sosial. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap literasi fungsional masih relevan dan menjadi bagian penting dalam pembangunan desa berbasis pengetahuan.
Bagi mahasiswa, pelaksanaan KKN Tematik ini sekaligus menjadi laboratorium sosial yang mempertemukan teori dan praktik. Mahasiswa memperoleh pengalaman autentik dalam menerapkan konsep pendidikan masyarakat, strategi pembelajaran orang dewasa (andragogi), serta pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat sasaran, tetapi juga memperkaya kompetensi profesional calon pendidik.
Melalui kegiatan ini, IKIP Siliwangi menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan pendidikan dan penelitian. KKN Tematik tidak lagi dipandang sebagai agenda rutin akademik, melainkan sebagai model intervensi sosial yang dirancang secara sistematis, berbasis kebutuhan lokal, serta berorientasi pada keberlanjutan dampak.
Ke depan, optimalisasi keaksaraan fungsional di Desa Ciptagumati diharapkan dapat menjadi praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi kunci dalam membangun masyarakat literat, adaptif, dan berdaya saing di tengah dinamika perkembangan informasi dan teknologi.

