IKIP Siliwangi Dukung Program ICMI Jawa Barat : Seminar Budaya & Focus Group Discussion Tahun 2022

Cimahi (27/12/2022) – IKIP Siliwangi mendukung Program ICMI Jawa Barat tahun 2022 dengan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Seminar Budaya yang digelar di Aula Graha Panca Bakti IKIP Siliwangi. Seminar budaya ini bertemakan “Kesundaan, Kebudayaan, dan Keislaman”. Dari tema tersebut memiliki unsur kesatuan yang saling menguatkan dan menjadi pelopor pencetak para insan berkarakter mulia, berupaya menanamkan tata nilai dan budaya lokal sebagai ruh dari gerak pembangunan dan aset budaya lokal untuk dibina, dijaga, dan dilestarikan agar keberadaanya terjamin, tidak hilang dan masih dapat digunakan sebagai bagian dari identitas diri Jawa Barat melalui berbagai kompetensi yang mencakup penggunaan tata bahasa sunda, kesenian tradisional, adat-istiadat, dan kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan. Seminar budaya ini dihadiri oleh Rektor IKIP Siliwangi, Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd., Wakil Retor bidang Akademik, Dr. Wikanengsih, M.Pd., Wakil Rektor bidang Sumber Daya, Dr. Wahyu Hidayat, M.Pd., Wakil Rektor bidang Keuangan dan Kerjasama, Dr. M. Afrilianto, M.Pd., Ketua ICMI Orwil Jawa Barat, Prof. Dr. Ir. H. Sutarman, M.Sc. IPU., beserta jajarannya, dan para dosen tamu undangan.

 

Pada pelaksanaannya, seminar budaya ini diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dr. Ronny Mugara, M.Pd.,

Dilanjutkan dengan Laporan Ketua Pelaksana, Prof. Dr. H. Heris Hendriana, M.Pd., dalam sambutannya tergelintir ucapan terima kasih kepada IKIP Siliwangi yang telah bersedia menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan seminar budaya, juga para tamu undangan yang telah berkenan hadir untuk menyaksikan seminar budaya yang merupakan program ICMI Jawa Barat tahun 2022.

Dalam sambutannya Rektor IKIP Siliwangi menyampaikan bahwa seminar Kesundaan, Kebudayaan, dan Keislaman ini sangat luar biasa karena menghadirkan dua dimensi dalam kehidupan yaitu dimensi vertikal yang dikenal dengan Hasbunalloh (mengkaitkan eksistensi individu dengan Allah SWT), dan dimensi horizontal yang dikenal dengan Hablumminannas (mengkaitkan manusia itu sendiri dengan budaya dan sosial yang ada di sekitar lingkungannya) serta mendukung berbagai kegiatan ICMI dan berperan aktif mengembangkan sistem pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rangka mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa, khususnya umat Islam Indonesia.

Sejalan dengan prakata yang disampaikan oleh Ketua ICMI Orwil Jawa Barat, bahwa ICMI bekerja dalam semangat keislaman, kecendekiawanan, dan keindonesiaan yang menghadirkan semangat juang dalam meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan mutu komitmen dan pengamalan keimanan, ketaqwaan, dan kepakaran para pengurus dan anggota ICMI melalui peningkatan pembelajaran dan koordinasi sistem jaringan informasi dan komunikasi di ICMI Jawa Barat maupun di IKIP Siliwangi.

Seminar budaya “Kesundaan, Kebudayaan, dan Keislaman” pada sesi panel diisi dengan sajian materi dari para Narasumber yang kompeten yaitu Dr. H. Wawan Setiawan, M. Sn (Ketua Lembaga Budaya Sunda Universitas Pasundan), Dr. H. Tata Sukayat, M.Ag (Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Syiar Islam (LPSI), dan Drs. K. H. Olih Komarudin (Wakil Ketua Dewan Penasehat ICMI Orwil Jabar), dan dimoderatori oleh Dr. Ansori, M.Pd.,

Dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dilontarkan dari peserta seminar, pengurus ICMI, para dosen dan tamu undangan.

Melalui gelar Seminar Budaya ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi, menjunjung tinggi persaudaraan, dan mencetak cendekiawan yang berwawasan dan intelektual, mampu menuangkan ide-ide sosial dan kemanusiaan yang diintegrasikan dalam kehidupan, memiliki sikap dan visi intelektual, memiliki komitmen kuat pada kemanusiaan, harkat, nilai-nilai, aspirasi dan hati nurani yang memiliki sikap kritis dan mandiri. Tentunya sebagai cendekiawan muslim dapat peduli terhadap lingkungan, terus meningkatkan kualitas iman dan taqwa, kemampuan berpikir, menggali, memahami dan menerapkan IPTEK dalam kehidupan keagamaan maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.